Bobby Minta Perbaikan Rumah Warga Miskin di Gunungsitoli

Gubernur Sumut Bobby Nasution meminta penataan Kampung Kreatif Nou Berkah di Gunungsitoli memprioritaskan perbaikan rumah warga miskin agar berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:03 WIB
Estimasi: 3 min baca • 10 dilihat

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meminta penataan Kampung Kreatif Nou Berkah di Kota Gunungsitoli tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur pariwisata, tetapi juga memprioritaskan perbaikan rumah warga miskin. Menurutnya, pembangunan kawasan bantaran Sungai Nou harus memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat.

Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution saat memberikan sejumlah catatan evaluasi terhadap proposal pembangunan Kampung Kreatif Nou Berkah yang dipaparkan Walikota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, di kediaman sementara Gubernur Sumut, Kota Gunungsitoli, Rabu (28/10/2026) malam.

Dalam pertemuan tersebut, Bobby meminta Pemerintah Kota (Pemko) Gunungsitoli memastikan keakuratan data lapangan serta keselarasan antara konsep perencanaan dan kondisi riil permukiman masyarakat di bantaran Sungai Nou. Ia menegaskan, pembangunan kawasan wisata harus berjalan beriringan dengan pembenahan tempat tinggal warga.

“Jangan sampai kita keluar anggaran Rp50 miliar untuk tempat wisata, tapi rumah warga di belakangnya tetap reyot dan tidak terintervensi. Warga sudah semangat, mereka harus mendapatkan dampak langsung pembangunan pada tempat tinggal mereka,” ujar Bobby Nasution.

Bobby juga meminta kepastian data mengenai legalitas alas hak tanah yang dihuni masyarakat di Lingkungan I Kelurahan Hilir dan Lingkungan III Kelurahan Pasar. Termasuk jumlah pasti rumah yang akan mendapat intervensi dari total 410 kepala keluarga (KK) yang terdata di kawasan tersebut.

“Saya lihat ada titik yang harusnya rumah-rumah warga hari ini ada, tapi ketika visualisasi perencanaan dibangun, rumah-rumahnya hilang. Ini perlu diperjelas, apakah memang benar ada penggusuran atau hanya kesalahan sudut pandang (positioning view) dalam visualisasi,” tegas Bobby Nasution.

Selain itu, Bobby meminta Pemko Gunungsitoli mengalokasikan anggaran khusus untuk pembenahan fisik rumah warga. Terlebih, berdasarkan data yang dipaparkan, sebanyak 76,1% dari total 1.756 jiwa penduduk di kawasan bantaran Sungai Nou masuk kategori miskin ekstrem (desil 1), dengan rata-rata pendapatan keluarga hanya Rp800.000 per bulan.

Karena itu, ia mendorong agar perbaikan permukiman warga miskin dimasukkan secara konkret dalam rencana kerja penataan kawasan, baik melalui skema hibah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut maupun dukungan APBD Kota Gunungsitoli. Dengan demikian, program penataan kawasan kumuh tidak sekadar mempercantik lingkungan, tetapi juga mampu menyelesaikan persoalan sosial masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Sebelumnya, Walikota Gunungsitoli Sowa’a Laoli menjelaskan, kawasan yang diusulkan dalam program Kampung Kreatif Sumut Berkah meliputi bantaran Sungai Nou di Lingkungan I Kelurahan Hilir dan Lingkungan III Kelurahan Pasar, Kecamatan Gunungsitoli, yang berada di pusat pelayanan kota.

Sowa’a memaparkan sejumlah komponen pembangunan yang diusulkan dalam program tersebut dengan total anggaran Rp50 miliar, mencakup stabilisasi bantaran, waterfront, kampung mural, manajemen sampah, hingga aktivasi ekonomi berbasis rumah warga, yang diproyeksikan mendatangkan multiplier effect fiskal 2,1 hingga 2,8 kali.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.