Bobby Nasution Minta ASN Sumut Perkuat Iman sekaligus Melek AI di Pengajian Rutin
Ikuti kami di Instagram @mediasumut_id MEDAN — Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumut harus menjaga dua hal sekaligus: kualitas spiritual dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi digital. Keduanya dinilai saling melengkapi dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan publik di Sumut.
Pesan tersebut disampaikan Bobby Nasution saat menghadiri pengajian rutin ASN dan non-ASN di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30, Medan, Rabu (21/10/2026). Berbeda dari biasanya, pengajian kali ini dikemas secara interaktif berbasis digital dan mengangkat tema aktual tentang pemanfaatan teknologi.
Dalam arahannya, Gubernur mengingatkan seluruh ASN agar memaknai tugas dan jabatan sebagai ladang ibadah sekaligus bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa fasilitas dan penghasilan yang diterima para abdi negara bersumber dari masyarakat Sumatera Utara.
“Pertanggungjawaban kita selain kepada Allah SWT, pertanggungjawaban kita di dunia ini juga kepada masyarakat. Fasilitas dan gaji yang kita dapatkan bersumber dari masyarakat Sumatera Utara. Oleh karena itu, mari kita jalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya agar menjadi jalan menuju surga dan mendapatkan syafaat Rasulullah,” ujar Bobby.
Bobby juga memberikan apresiasi atas inovasi pelaksanaan pengajian rutin yang digelar secara interaktif dan tidak lagi bersifat monolog. Menurutnya, metode tersebut relevan dengan perkembangan zaman serta menghadirkan pengalaman baru bagi para peserta.
Ketua Forum Komunikasi Kerohanian Islam (FOKKUS) Badan Pembinaan Rohani Islam (Babinrohis) Sumut, Damri Tambunan, menjelaskan bahwa pengajian kali ini mengusung tema “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Pelaksanaan Tugas sebagai Pembuat Kebijakan Aparatur Sipil Negara”. Para jemaah diajak berinteraksi langsung menggunakan smartphone (Android) masing-masing.
“Tema ini dipilih agar seluruh ASN mandiri menggunakan teknologi digital, termasuk dalam penulisan e-kinerja di MyASN, serta memudahkan ASN mendapatkan informasi secara efektif dan efisien demi terwujudnya Sumut yang berkah, maju, dan berkelanjutan,” jelas Damri.
Ia menambahkan, ke depan FOKKUS Babinrohis akan terus memperluas jangkauan pembinaan rohani Islam hingga ke BUMD, rumah sakit, dan perguruan tinggi, serta membentuk kepengurusan di kabupaten/kota se-Sumut Utara pada akhir Oktober.
Sementara itu, dalam ceramahnya, Ustaz Wahfiudin Sakam mengajak para jemaah memanfaatkan kemajuan teknologi AI secara bijak, baik untuk menunjang pelaksanaan tugas maupun sebagai sarana dakwah dan amal jariyah. Ia menekankan pentingnya pergeseran metode dakwah dan penyampaian pesan di era modern melalui pendekatan storytelling yang mampu menginspirasi.
“Dakwah saat ini perlu beralih ke storytelling, cerita yang memberi inspirasi dan motivasi. Kita bisa memanfaatkan AI untuk menggali gagasan relevan hingga membuat konten video menarik yang lebih mudah diterima oleh generasi muda,” ungkapnya di hadapan seluruh jemaah ASN dan non-ASN di lingkungan Pemprov Sumut. (H14/DISKOMINFO SUMUT)


