Pemprov Sumut Terbangkan Pesawat Capung Sebar NaCl Atasi Asap

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menggelar operasi modifikasi cuaca dengan menerbangkan pesawat berjenis Cessna untuk menyebar Natrium Klorida guna meredam kabut asap akibat karhutla.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Senin, 26 Oktober 2026 | 13:50 WIB
Estimasi: 2 min baca • 13 dilihat

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menempuh langkah konkret menghadapi kabut asap yang menyelimuti sejumlah daerah dengan menggelar operasi modifikasi cuaca. Upaya ini diarahkan untuk mempercepat turunnya hujan agar polutan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak terus menebal di udara.

Wakil Gubernur Sumut Surya melepas penerbangan pesawat modifikasi cuaca di Terminal Kargo Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Jumat (16/10/2026) sore. Pelepasan tersebut dilakukan atas instruksi Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution. Pesawat yang diterbangkan berjenis Cessna, yang dikenal dengan sebutan pesawat Capung.

Sebelum memberikan aba-aba lepas landas, Wagub meninjau langsung proses pemuatan bahan berupa natrium klorida (NaCl) ke dalam pesawat. Bubuk garam tersebut nantinya ditaburkan ke awan pada ketinggian tertentu guna merangsang pembentukan titik-titik hujan.

“Jadi sesuai perintah Pak Gubernur, bahwa lokasi pilihannya pertama adalah wilayah Medan-Binjai-Deliserdang dan sekitarnya. Selanjutnya akan ke daerah lain,” ujar Wagub usai melepas penerbangan tersebut.

Menurut Surya, kabut asap di Sumut bukan sekadar persoalan kesehatan masyarakat. Asap juga memangkas jarak pandang dan berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu. Dalam dua hari terakhir, sejumlah jadwal penerbangan bahkan terpaksa ditunda lantaran terbatasnya jarak pandang.

Ia menegaskan, operasi modifikasi cuaca sangat bergantung pada kondisi atmosfer, khususnya ketersediaan awan yang bisa menjadi sasaran penyemaian NaCl. Karena itu, kru pesawat harus lebih dulu memburu awan yang layak sebelum menaburkan bahan tersebut.

“Awalnya memang kita berharap penerbangan dan penyebaran bubuk Natrium Chlorida (NaCl) ini di wilayah Medan dan sekitarnya. Tetapi ternyata tidak semudah itu, karena pesawat harus mencari keberadaan awan sebelum menaburkan bubuk NaCl,” jelas Wagub.

Surya berharap operasi ini membuahkan hasil berupa hujan yang dapat mengurangi kepadatan kabut asap di sejumlah wilayah Sumut. Langkah tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam menangani dampak karhutla sekaligus meminimalkan gangguan terhadap aktivitas warga.

“Sesuai perintah Pak Gubernur, ini kita terbangkan pesawat untuk menebar bubuk NaCl sebanyak dua kali dalam satu hari. Mudah-mudahan langkah ini efektif menghilangkan kabut asap akibat karhutla,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Tuahta Saragih menyampaikan, operasi modifikasi cuaca direncanakan berlangsung selama tiga hari. Setiap penerbangan mengangkut sekitar 1 ton bahan NaCl dengan durasi terbang kurang lebih dua jam.

Operasi dijadwalkan dua kali sehari sebagai bagian dari percepatan penanganan kabut asap oleh Pemprov Sumut. Harapannya, penyemaian awan tersebut memicu hujan sehingga kualitas udara kembali membaik dan risiko kabut asap terhadap masyarakat bisa ditekan.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.