Pemprov Sumut Bangun Taman Kehati 14 Ha di Kwala Bekala

Pemprov Sumut membangun Taman Kehati seluas 14 hektare di Kwala Bekala bekerja sama dengan USU untuk melestarikan tanaman endemik.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Senin, 26 Oktober 2026 | 13:10 WIB
Estimasi: 3 min baca • 13 dilihat

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sumut tengah menyiapkan sebuah kawasan konservasi baru di luar kawasan hutan. Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) seluas 14 hektare akan dibangun di Kwala Bekala dan diproyeksikan menjadi ekologi baru sekaligus ruang pelestarian tanaman endemik khas Sumatera Utara.

Sekretaris Dinas LHK Sumut Ari Harahap menyebut pembangunan Taman Kehati masuk dalam program strategis daerah. Lahan yang digunakan merupakan aset milik Universitas Sumatera Utara (USU) di Desa Durin Tunggal, Kecamatan Pancurbatu, tepatnya di kawasan Fakultas Kehutanan USU, Kwala Bekala. Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Jumat (16/10/2026).

“Ini merupakan program strategis daerah yang nantinya taman ini akan dibangun di atas lahan seluas 14 hektar dan menjadi kawasan ekologi baru,” ujar Ari.

Menurut Ari, karena dibangun di luar kawasan hutan dan memanfaatkan aset kampus, program ini tidak memerlukan biaya pembebasan lahan. Pemprov Sumut telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan USU beberapa bulan sebelumnya sebagai dasar pemanfaatan lahan tersebut. “Untuk program ini kita sudah bekerja sama dan telah menandatangani PKS dengan USU yang telah diselenggarakan beberapa bulan yang lalu,” katanya.

Aset USU itu nantinya akan berstatus dipinjam pakaikan atau dihibahkan kepada Pemprov Sumut. Ari menyampaikan, penetapan lokasi telah rampung dan proses permohonan pengalihan aset masih berjalan. Tahapan berikutnya mencakup Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), penetapan spesies, penyusunan detail engineering design (DED), hingga pengajuan perizinan kepada Kementerian Lingkungan Hidup.

Pembangunan infrastruktur dan penanaman vegetasi ditargetkan tuntas pada 2029. Meski demikian, Pemprov Sumut akan mengupayakan soft launching pada 2027 bila target action plan tahun 2026 bisa diselesaikan lebih cepat.

Ari menegaskan Taman Kehati berbeda dengan kawasan konservasi konvensional yang terbentuk alami seperti Taman Hutan Raya (Tahura). Menurutnya, Taman Kehati merupakan ekologi baru yang dibangun pada tapak lahan yang sebelumnya kurang produktif atau berupa arboretum di luar kawasan hutan. “Berbeda dengan kawasan konservasi konvensional yang sudah ada secara alami seperti Taman Hutan Raya (Tahura), Taman Kehati merupakan ekologi baru yang dibangun pada tapak lahan yang sebelumnya kurang produktif atau berupa arboretum di luar kawasan hutan,” ujarnya.

Fokus utama vegetasi di kawasan ini adalah penanaman berbagai jenis tanaman endemik khas Sumatera Utara. Taman Kehati juga dirancang bukan hanya sebagai tempat pelestarian tumbuhan, tetapi sekaligus menopang keberadaan satwa agar terbentuk ekosistem baru yang seimbang.

“Melalui kolaborasi strategis antara Pemprov Sumut dan perguruan tinggi seperti USU ini, diharapkan pembangunan Taman Kehati Kwala Bekala dapat berjalan lancar serta menjadi percontohan taman keanekaragaman hayati tingkat provinsi di Sumatera Utara,” pungkas Ari.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.